Friday, July 15, 2005
kondisi gisi ntt dan respons
Sumber Informasi:
Resume Hasil Rapat Koordinasi Bupati se-NTT bersama Gubernur, Satkorlok PBP NTT dan Menteri Kesehatan dan Kesra RI, Kupang 18 June 2005
I. Fakta KLB Gizi Anak se-NTT (laporan Dinkes NTT)
a. Jumlah Balita di NTT adalah 463.920 orang
b. Jumlah kasus KLB gizi adalah 78.809 atau 16,99% dari jumlah Balita yang ada. Rinciannya sbb :
· Gizi buruk : 11.440 orang
· Marasmus : 297 orang
· Kwashiorkor : 1 orang
· Meninggal : 5 orang
c. Kasus tersebar di 16 kab/kota, dengan jumlah kasus gizi buruk terbanyak di kabupaten Timor Tengah Selatan 2,285 orang (19,97%), kabupaten Sumba Barat 1,599 orang (13,97%), kabupaten Timor Tengah Utara 1,405 orang (12,28%), Kabupaten Kupang 1,396 orang (12,20%) dari total kasus gizi buruk NTT 11,440 orang (per keadaan 16 juni 2005)
Catatan : 3 kabupaten di Timor Barat yakni TTS, TTU, dan Kupang dan 1 Kabupaten di luar Timor Barat yakni Sumba Barat
d. Kasus Marasmus terbanyak di kabupaten Sumba barat 137 orang = 46,12%, kabupaten TTS 40 orang = 13,46%, kabupaten Alor 31 orang = 10,43% dan kabupaten TTU 20 orang = 6,73% dari total kasus marasmus di NTT sebanyak 297 orang (per-keadaan 16 juni 2005)
II. Response :
2.1. Yang SUDAH di Lakukan :
ü Pelayanan kepada balita marasmus, kwashiorkor, dan marasmus kwashiorkor di fasilitas kesehatan dan TFC (Therapeutic Feeding Centre/ Pusat Rehabilitasi Gizi) dengan biaya ditanggulangi oleh pemerintah/NGO Internasional maupun domestik.
ü Pembentukan posko pemantauan kasus di Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota.
ü Pendataan kasus dan validasi data ke lokasi KLB Gizi di 16 Kabupaten/Kota.
ü Penyebarluasan informasi kasus KLB Gizi kepada masyarakat melalui media massa.
ü Menginformasikan kepada Bupati/Walikota se Propinsi NTT untuk melakukan penanganan KLB Gizi di wilayah masing-masing dan mengaktifkan kembali posyandu.
ü Rapat koordinasi dengan para Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah se Propinsi NTT (tanggal, 8 & 9 Juni 2005).
2.2. Yang SEDANG dilakukan :
ü Pelayanan kepada balita marasmus, kwashiorkor, dan marasmus kwashiorkor di fasilitas kesehatan dan TFC (Therapeutic Feeding Centre/ Pusat Rehabilitasi Gizi) dengan biaya ditanggulangi oleh pemerintah/NGO Internasional maupun domestik.
ü Pelacakan dan penanganan kasus baru.
ü Koordinasi penggerakan sumber daya .
ü Pengiriman laporan perkembangan kasus KLB Gizi secara rutin ke Pemerintah Pusat.
III. Kebutuhan Intervensi Saat ini dan Budgeting
v Bantuan blended food bagi 11.440 anak Balita Gizi Buruk selama 90 hari dan 67,067 anak Balita gizi kurang selama 30 hari.
v Bantuan biaya operasional di tingkat Posyandu, Puskesmas dan jaringannya.
v Bantuan fasilitas penunjang operasional di Posyandu.
v Dukungan Pemerintah Kab/Kota untuk meningkatkan mekanisme sistem penyampaian informasi pelaporan KLB/wabah.
No
Aktivitas Pokok
Jumlah Dana
(Rp-Milyard)
1
Revitalisasi Posyandu
15,373,110,000
2
PMT-Pemulihan
30,735,948,000
total
46,109,058,000
No
Sumber dana Yang Telah
Jumlah Dana
di sepakati
(Rp-Milyard)
1
Pemda Propinsi NTT
3,000,000,000
2
Pemerintah Pusat
43,109,058,000
total
46,109,058,000
notes :
(1) Meskipun angka ini merupakan kebutuhan riil NTT tetapi Kesanggupan Angka tanggungan Pusat tersebut berbeda dengan harapan pusat sendiri saat arahan Rakor yang hanya mampu untuk 50-an Milyard untuk GIZI dan Pangan
(2) Rakor ini bukan saja berbicara Gizi tetapi Kekeringan dan Rawan Pangan juga,
(3) Melihat kondisi Pusat-daerah maka Dukungan NGOs,
Donor, dan Stakeholder diperlukan untuk mengisi GAP Keuangan tersebut dan terkait dengan aktivitas pokok diatas