Saturday, July 02, 2005

Laporan Situasi Desa Oeniko 20 Juni 2005

Laporan SituasiDampak kekeringan terhadap persediaan pangan dan kondisiGizi BalitaJenis Bencana : KekeringanLokasi : Desa Oeniko, Kecamatan Am Abi Oefeto TimurWaktu : Bulan Juni tahun 05Penyebab : Kemarau panjangKondisi Umum.Kondisi geografis wilayah desa Oeniko terdiri hutanbelukar dan berbukit-bukit, dengan tekstur tanah liatberwarna kemerahan yang cukup subur untuk lahanpertanian. Oleh kerenanya Desa yang jumlah penduduk 207 kkini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Hasilkebun/pertanian merupakan sumber paling utama untukmemperoleh pangan selain hasil ternak. Biasanya setiaptahun masyarakat dapat memperoleh hasil panen berupajagung dan padi yang mencukupi Hal ini jika setiap KKdapat menghasilkan jagung 100-500 real. Dalam arti bahwapanen yang diperoleh bisa bertahan hingga musim tanamberikutnya atau ketemu musim panen tahun berikutnya. Namunyang dialami tahun ini sangat berbeda jauh. Hasil panenjagung rata-rata hanya berkisar dari 1- 8 real ( 1 real100 bulir). Hal ini disebabkan oleh kondisi curah hujanyang tidak menentu. Ketika tanaman jagung masyarakatsedang berbunga datanglah musim kemarau sehingga tanamanjagung tersebut tidak bisa berbuah. Kalaupun berbuahisinya tidak padat atau hanya tongkol saja, sehinggapersediaan pangan masyarakat pada tahun ini tidak cukupsampai musim tanam yang akan datang. Saat ini hampirsetiap rumah tidak ada persediaan pangan (jagung ) untukmasa satu atau dua bulan kedepan. Untuk menopang hidupmasyarakat hanya bergantung pada bantuan beras raskin yangdibeli dengan harga Rp.1000/kg. Untuk mendapatkan uang inijuga harus menjual kayu jati (bagi yang mempunyai kayuJati) atau hasil ternak kecil Babi,ayam maupun ternakbesar seperti sapi (Bagi yang memiliki ternak).Pada Tahun sebelumnya masyarakat biasa menanam sayuran danbawang untuk menambah penghasilan keluarga. Tetapi padatahun ini hal ini tidak dilakukan kerena beberapa faktorpenyebab yaitu: 1) keringnya sumber mata air yang biasadimanfaatkan untuk menyiram tanam sayuran dan 2) faktorpemasaran (transportasi dan harga).Untuk mengatasi kekurangan pangan ini masyarakat mulaimerubah pola makan selain menjual ternak untuk belipangan. Seperti biasanya dalam satu hari 3 x makan. Tetapidengan kurangnya persediaan makanan warga hanya makan duakali sehari. Ada keluarga tertentu yang makan satu kalidalam sehari bagi orang dewasa sedangkan anak-anak duakali dalam sehari. Pola makan yang demikian berakibat padakondisi gizi anak terutama Balita, Ibu hamil dan ibumenyusui. Tiga golongan manusia ini adalah yang sangatrentan ketika makanan yang dikonsumsi berkurang dan tidaksesuai dengan kebutuhan gizi dalam tubuh. Akibatnya adalahbanyak diantara mereka mengalami gizi kurang.Saat ini memang ada bantuan dari PUSKUD yaitu pengemukansapi, tetapi sapi ini akan dijual pada 10 bulan yang akandatang lagi. Sehingga untuk kebutuhan pangan keluarga padabulan –bulan yang akan datang masyarakat memangbenar-benar bergantung pada raskin dan usaha koperasisimpan pinjam yang ada di desa tersebut,walaupunpengembalian dengan bunga tinggi.Dampak :1. Mulai bulan Juli keatas masyarakat akan mengalami rawanpangan2. Ada 1 orang Balita yang Busung lapar (umur 24 Bulandengan BB 7 Kg). 7 orang marasmus dan lainya mengalamigizi kurang dan Gizi baik dari 125 orang Balita.Intervensi* Belum ada

Comments: Post a Comment

<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?